Membangun 7 Kebiasaan Anak Hebat dari Rumah dan Sekolah

Panduan untuk Orang Tua

Setiap orang tua tentu berharap anaknya tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri, disiplin, dan berkarakter baik. Namun membentuk karakter tidak terjadi dalam satu hari. Dibutuhkan proses yang konsisten, dimulai dari rumah, dikuatkan di sekolah, dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu panduan yang dapat digunakan bersama adalah 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, sebuah gerakan nasional penguatan karakter yang menekankan pembiasaan baik sejak usia dini.

Ketujuh kebiasaan ini yaitu: Bangun Pagi, Beribadah, Berolahraga, Makan Sehat dan Bergizi, Gemar Belajar, Bermasyarakat, dan Tidur Cepat.  Hal ini bukan hanya rutinitas harian, melainkan kebiasaan hidup yang membentuk fondasi karakter anak. Dengan pola yang tepat dan suasana yang positif, rumah dan sekolah dapat bekerja sama membentuk lingkungan yang konsisten sehingga anak tumbuh sebagai pribadi hebat, berempati, dan bertanggung jawab.

Mengapa Kebiasaan Sangat Penting di Usia Dini?

Para pakar pendidikan sepakat bahwa pembiasaan adalah inti dari pembentukan karakter. Dr. Maria Montessori menegaskan bahwa anak belajar dari lingkungan dan rutinitas yang berulang setiap hari. Ia mengatakan bahwa “Children build themselves through repeated experiences.” Semakin konsisten sebuah kebiasaan dipraktikkan, semakin kuat karakter itu tertanam dalam diri anak.

Di sisi lain, psikolog perkembangan anak Diane Gossen menyebutkan bahwa anak membutuhkan “lingkungan yang dapat diprediksi” untuk belajar disiplin positif. Rutinitas harian yang sama antara rumah dan sekolah memberi rasa aman dan stabil, sehingga anak lebih mudah mengatur emosi, mengikuti aturan, dan mengembangkan kemandirian.

Dengan kata lain, kebiasaan baik yang sederhana tetapi dilakukan terus-menerus akan membentuk anak menjadi pribadi yang hebat di masa depan.

Bagaimana Membangun 7 Kebiasaan Anak Hebat dari Rumah dan Sekolah?

Penerapan kebiasaan ini idealnya dilakukan bersama antara orang tua dan sekolah. Di rumah, kebiasaan dibentuk melalui contoh, suasana hangat, dan rutinitas harian. Di sekolah, kebiasaan diperkuat melalui kegiatan terstruktur, lingkungan yang konsisten, serta dukungan guru. Ketika kedua lingkungan selaras, anak lebih mudah meniru, mempraktikkan, dan mempertahankan kebiasaan tersebut.

Misalnya, Bangun Pagi tidak hanya berarti membuka mata di jam tertentu, tetapi belajar menghargai waktu, bersiap mandiri, dan mengawali hari dengan tenang. Beribadah menjadi bagian dari internalisasi nilai moral. Berolahraga membantu pembiasaan gaya hidup sehat. Makan Sehat dan Bergizi memperkuat literasi pangan sejak dini. Gemar Belajar menumbuhkan rasa ingin tahu alami. Bermasyarakat mengajarkan empati dan gotong royong. Dan Tidur Cepat mendukung regulasi emosi serta kesehatan fisik.

Ketujuh kebiasaan ini saling menguatkan. Saat anak terbiasa dengan ritme yang baik, perilaku positif tumbuh dengan sendirinya tanpa dipaksa.

Membangun 7 Kebiasaan di Rumah: Peran Orang Tua Sangat Penting

Rumah adalah tempat pertama anak belajar kebiasaan. Rutinitas sederhana seperti membangunkan anak dengan cara lembut, memberi kesempatan anak memakai baju sendiri, melibatkan anak menyiapkan sarapan, atau membaca buku bersama sebelum tidur sudah merupakan langkah awal membangun 7 kebiasaan.

Dr. Ross Greene, psikolog anak, menyebutkan bahwa “anak berperilaku baik ketika mereka bisa, bukan ketika mereka dipaksa.” Artinya, orang tua perlu menyediakan lingkungan, waktu, dan kesempatan agar anak dapat belajar dan mempraktikkan kebiasaan ini tanpa tekanan.

Kuncinya adalah:

  1. Konsisten.
  2. menjadi teladan.
  3. Memberikan waktu untuk anak belajar.
  4. Menggunakan bahasa positif.
  5. Memberikan ruang bagi anak untuk mencoba.

Anak akan melihat, meniru, dan menginternalisasikan kebiasaan yang orang tua lakukan setiap hari.

Peran Sekolah: Lingkungan Kecil yang Menumbuhkan Kebiasaan Besar

Di sekolah seperti Asri Cendekia Montessori School Makassar, tujuh kebiasaan ini terintegrasi dalam rutinitas harian. Mulai dari menyambut anak dengan tenang setiap pagi, menyediakan lingkungan rapi dan terstruktur, melatih anak bergerak aktif melalui kegiatan sensorial dan motorik, hingga mengajak anak merapikan alat setelah digunakan, semuanya merupakan bagian dari pembiasaan karakter.

Sekolah juga menjalankan tiga jam work cycle, yang melatih fokus, disiplin mandiri, serta rasa tanggung jawab terhadap pilihan aktivitas. Anak belajar bertemu teman, berbagi, menunggu giliran, dan menghargai orang lain. Ini bagian penting dari kebiasaan Bermasyarakat.

Kolaborasi antara rumah dan sekolah menjadi kunci keberhasilan. Anak yang mendapatkan suasana yang konsisten di kedua tempat akan tumbuh lebih percaya diri, lebih mudah diatur, dan mengalami perkembangan sosial-emosional yang lebih matang.

Kebiasaan Membentuk Masa Depan Anak

Membangun 7 Kebiasaan Anak Hebat bukan sekadar rutinitas, tetapi fondasi karakter yang akan dibawa anak sepanjang hidupnya. Melalui konsistensi di rumah dan sekolah, anak belajar menghargai waktu, menjaga tubuh, mengenali emosi, hidup rukun, dan menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Kebiasaan yang baik tidak harus dilakukan secara sempurna. Yang terpenting adalah konsistensi dan suasana penuh cinta. Seperti kata Montessori, “The greatest gifts we can give our children are the roots of responsibility and the wings of independence.”

Dengan kerja sama orang tua dan sekolah, kebiasaan hebat itu akan tumbuh, menguat, dan membentuk masa depan anak.

Ingin mengetahui bagaimana 7 kebiasaan ini diterapkan di PAUD?

Asri Cendekia Montessori School Makassar membuka kesempatan bagi orang tua untuk:

📍 School Tour

📍 Observation Class Montessori

📍 Konsultasi pembiasaan karakter di rumah

📱Instagram: https://www.instagram.com/asricendekia_montessori

📍Alamat: Jl. Manggala Raya No. 255 https://maps.app.goo.gl/rzs2rKmFr1GUvWZB7

 📲 WA 0811 200 4469